LINK FARMASI
ADA PESAN BUATKU?

Add to favourite links

FREE DOWNLOAD
DATA KUNJUNGAN

free counters

REFRESH

Segarkan mata anda

YANG ADUHAI (positif)

DAFTAR SEKARANG

 

web

 

bca

 ACHMAD NURRACHMAN 

NO:3461277851

Mandiri    

ACHMAD NURRACHMAN

NO:1300009197107

RAIH BONUS HARIAN DI BALIK KEHEBATAN PROPOLIS!

SELAMAT PAGI DUNIA
image

ACHMAD NURRACHMAN DAIMAN (APOTEKER)

08122165009/(022)91273368


e-mail: achmadnoor@daimanshare.com

WE ARE THE CHAMPIONS
JENIS ARTIKEL
ARSIP

SLINK
Ikut Promosi Neh!

Cara mudah mendapatkan badan sehat sekaligus punya penghasilan harian, PT MELIA NATURE INDONESIA

propolis

MARKETING PLAN PT MNI

 

 

Seputar Dunia Farmasi

MEMAHAMI & MENCEGAH SERANGAN KANKER SERVIKS

image

Di Indonesia, kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak pengidapnya. Fakta yang paling memprihatinkan adalah Indonesia merupakan negara kedua di dunia setelah China, yang memiliki pengidap kanker leher rahim terbanyak. Padahal kanker leher rahim ini termasuk jenis kanker yang mudah dideteksi secara dini dan dapat dicegah atau diobati sebelum berkembang ke stadium yang lebih lanjut.

 

Apa itu kanker serviks?

Sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang daerah servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksl wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia lanjut, tetapi beberapa ahli telah membuktikan kalau kanker leher rahim juga dapat menyerang wanita usia 20-­30 tahun.

 

kanker serviks

 

Seberapa berbahaya penyakit kanker serviks ini?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

Apa penyebab kanker serviks?

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Bagaimana penularan kanker serviks?

Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

Apa saja gejala kanker serviks?

Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks?

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

Benarkah perokok berisiko terjangkit kanker serviks?

Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001. Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

Selain itu, siapa lagi yang berisiko terinfeksi kanker serviks?

Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah partner seksual. Semakin banyak partner seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah partner seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.

Bagaimana cara mendeteksi kanker serviks?

Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka) yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

Bisakah kanker serviks dicegah?

Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, memelihara kesehatan tubuh, dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.

Haruskah mengambil vaksinasi HPV untuk kanker serviks?

Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin.

Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.

Apakah vaksinasi kanker serviks ini memiliki efek samping?

Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan

Pentingnya melakukan skrining

Kanker leher rahim dapat dikenali pada tahap pre kanker dengan cara melakukan pemeriksaan Skrining. Metode skrining yang lazim dilakukan adalah PAP SMEAR dan IVA.

 

PAP SMEAR : Metode skrining ginekologi yang biasanya digunakan untuk mendeteksi kanker leher rahim yang disebabkan virus human papilloma atau HPV. Wanita yang aktif secara seksual disarankan untuk menjalani pap smear 2 tahun sekali.

 

IVA               :  Singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat, yaitu pemeriksaan leher rahim dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5 %. Bila setelah pulasan asam asetat 3-5 % ada perubahan warna serta tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pre kanker leher rahim.

Hybrid Capture II System (HCII).

 

 

TIPS SEHAT

 


Cegah sebelum terjadi!

Untuk menghindari serangan kanker leher rahim, lakukanlah beberapa tips berikut ini.

  • Hati-hati memilih produk untuk membersihkan daerah kewanitaan Anda

Membersihkan area kewanitaan dengan menggunakan produk-produk kimia dapat membuat area kewanitaan Anda iritasi. Sedangkan iritasi berlebihan dan terlalu sering akan merangsang terjadinya perubahan sel yang akhirnya menimbulkan kanker leher rahim.

  • Jangan menggunakan bedak di daerah kewanitaan Anda

Sangat tidak dianjurkan memberi bedak di daerah kewanitaan. Karena dikhawatirkan serbuk bedak akan terserap masuk kedalam. Lama-lama, serbuk bedak itu akan bertumpuk den mengendap menjadi benda asing yang bisa menyebabkan rangsangan sel menjadi kanker.

  • Jangan sering berganti-ganti pasangan

Kanker leher rahim bisa diidap oleh wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual. Hal ini terkait dengan kemungkinan tertularnya penyakit kelamin, salah satunya virus Human Papilloma. Virus tersebut akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak dan merubahnya menjadi sel kanker.

  • Menghindari penggunaan estrogen

Umumnya wanita yang telah menopause menggunakan estrogen untuk mencegah osteoporosis den serangan jantung. Namun, pemakaiannya sangat berisiko karena estrogen merangsang tebalnya dinding endometrium den merangsang sel-sel endometrium sehingga berubah sifatnya dan menjadi kanker. Jadi, sebaiknya penggunaan estrogen harus atas pengawasan dokter agar bisa diberikan zat antinya sekaligus, sehingga tidak berkembang jadi kanker leher rahim.

Wed, 30 Dec 2009 @18:09


5 Komentar
image

Sat, 13 Feb 2010 @21:29

renta

saya mengalami pendarahan dari vagina sudah hampir dua bulan ini. Tapi kadang-kadang seharian ngak datang sama sekali. Tapi hari berikutnya datang lagi. Kalau saya BAB pendarahan pasti keluar dari vagina saya.. Sebenarnya apa penyebab pedarahan saya? Saya mau periksa ke dokter saya takut sekali,. kalau divonis kanker servik atau kanker rahim. Selama ini saya sudah mengkonsumsi makanan sehat untuk penderita kanker dan minum propolis. kalau saya mau periksa, ke dokter apa saya periksa? thanks.

image

Mon, 15 Feb 2010 @07:56

admin

Perdarahan yg keluar dari vagina kemungkinan ditimbulkan oleh pelebaran dinding pembuluh darah di dalam rahim yg mengakibatkan dinding pembuluh darahnya semakin tipis sehingga darah mudah keluar, apalagi kl yg bersangkutan mempunyai tekanan darah tinggi. Aktivitas yg menyebabkan tekanan juga (seperti BAB, angkat beban) dapat menyebabkan perdarahan. Untuk langkah awalnya, coba periksa ke dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut. tks

image

Tue, 23 Feb 2010 @23:50

Noerwahid

istri sy sjk juni 2009 mengalami pendarahan saat berhubungan initim. dari 2x pap smear hasilnya selalu sama yaitu cervicitis chronic non spesifik. dan dari hasil pemeriksaan 2 dokter mengatakan hanya luka/erosi di bibir rahim. tapi setelah di obati, 6bln kemudian pendarahan lagi. dan 2bln yg lalu istri sy mengalami pendarahan lagi. apakah istri sy mengalami gejala kanker leher rahim ? mengapa bibir rahimnya mudah sekali luka ? trims

image

Sat, 27 Feb 2010 @11:24

admin

yth. bp Noerwahid:
kl melihat hasil pap smear yg menyatakan cervicitis chronic, sdh dipastikan di serviks istri bp ada infeksi. Pada awal pengobatan mungkin kumannya bisa diatasi, tapi mungkin belum tuntas artinya kumannya belum mati total hanya terhambat pertumbuhannnya dan kuman tsb menjadi resisten (kebal)dg antibiotik yg digunakan. coba konsultasi dg dokter istri anda kemungkinan untuk mengganti antibiotiknya dan usahakan lebih disiplin pengobatannya. Sebagai pembanding, selain pap smear bisa dilakukan uji dengan pulasan asam asetat. smg bermanfaat penjelasannya.
tks.

image

Mon, 22 Mar 2010 @17:47

yanti

saya sering mengalami keputihan yang berlebihan .kadang bening seperti air dan selalu basah, kadang keputihannya seperti nasi yang dihaluskan, tapi anehnya susah keluar,habya berada di dindingg leuar vagina.kalo saya ngaca selalu saya coca korek kedalam dan hasilnya keputihan tersebut sudah mnegumpal-gumpal di dalam dan berwarna putih pucat.keputihan saya tidak gatal, hanya bau yang tidak sedap.pernah di cek ke dokter kandungan dan di cek ternyata mengalami erosi dan di tangani bedah postcoterisasi.setiap saya beri obat provagin alhamdulilah cocok.awalnya dalam seminggu rutin, selanjutnya satuminggu sekali.tapi sejak saya berhenti pakai obat colok provagin kenapa kambuh lagi.yang jadi pertanyaan, apakah saya harus selalu pakai obat tersebut,dan apakah penyakit saya bisa menuju kanker servik? berapa ya biaya papsmer dok?.makasih


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+0+6

Copyright © 2014 achmaddaiman · All Rights Reserved